WAKTU BAGI LIGA CHAMPIONS WANITA

WAKTU BAGI LIGA CHAMPIONS WANITA UNTUK MERENTANGKAN SAYAPNYA

AGEN BOLA – Juventus mendapatkan pembaptisan berat di dalam kompetisi elit Eropa pada minggu ini namun dengan lebih banyak ketertarikan daripada sebelumnya pada sepak bola wanita. Uefa harus mengambil insiatif ini untuk memastikan hal itu terus berkembang.

Hari rabu adalah sebuah peristiwa yang historis untuk tim wanita Juventus. Semua orang tahu bahwa tim pira telah memiliki kesuksesan yang sama di dalam Eropa pada sepanjang tahun ini dan itu sudah jelas adalah apa yang coba dibangun oleh tim wanita juga setelah kami memulai perjuangan Liga Champions kami dengan sebuah hasil seri 2-2 melawan sang juara Danish, Brondby.

Ini adalah pertama kalinya Juventus telah berada di dalam kompetisi ini dan kami tidak dibenihkan, jadi itu berarti kami bisa dipasangkan dengan siapapun juga termasuk sang juara bertahan, Lyon, atau Wolfsburg. Pada tahap ini Anda ingin untuk merasa percaya diri bahwa Anda setidaknya bisa bersaing jadi Brondby adalah sebuah pasangan yang bagus di dalam pandangan itu.

Karena Liga Champions Wanita tidak memiliki tahap grup, di sana terdapat banyak tekanan pada pemasangan untuk jadi menguntungkan. Saya telah berada di sana sebelumnya bersama dengan Chelsea pada musim pertama kami, ketika kami berpasangan dengan Glasgow pada ronde pertama dan kemudian Wolfsburg. Sifat dari kompetisi ini berarti bahwa itu bisa jadi sangat sulit untuk membangun pengalaman di Eropa, dengan beberapa potensial pemasangan seperti David vs Goliath.

Uefa harus melihat pada memperkenalkan tahap grup untuk musim depan karena itu terasa seperti kesempatan besar yang terlewatkan pada saat ini. Di sana terdapat banyak klub di dalam Liga Eropa dengan skuad dan sumber daya yang cukup besar untuk bermain lebih banyak pertandingan di dalam Liga Champions – sepak bola wanita sedang mencoba untuk tumbuh bukan hanya pada segi domestik namun secara internasional juga, dan lebih banyak pertandingan yang dimainkan pada tingkat yang lebih tinggi akan lebih baik hal itu untuk keseluruhan dari permainan tersebut. Uefa harus berpikir dengan serius soal memperpanjang kompetisi itu hingga memiliki tatanan yang sama dengan pihak prianya.

Rabu malam itu adalah pertandingan pertama kami pada musim ini jadi itu adalah tekanan yang cukup banyak untuk ditanggung ketika Anda tahu satu saja hasil yang buruk dan itu bisa langsung berakhir. Kami telah bekerja keras untuk selama enam minggu dan kekalahan melawan Arsenal dan Chelsea di dalam pertandingan persahabatan pra musim adalah sebuah pengalaman yang merendahkan bagi semua orang. Tidak pernah mengatakan tidak tapi Anda harus realistis soal kesempatan kami pada musim ini – sebuah target yang bagus adalah posisi delapan besar dan untuk mencoba membangun kepercayaan diri mulai dari sana. Setelah pertandingan pertama, target ini masih ada dalam pandangan dan di sana terdapat segalanya untuk bermain demi maju dan menang di Denmark pada tanggal 26 September. Sepak bola Liga Champions itu adalah salah satu dari alasan utama Saya bergabung dengan Juventus jadi Saya bertekad untuk membantu tim ini menjadi sukses di dalam kompetisi tersebut.

Di sana terdapat banyak perbedaan pada latihan pra musim di Italia, dengan sebuah fokus besar pada ilmu olah raga dan mekanik berlari. Kami memiliki seluruh musim didedikasikan pada lari dan mengubah arah untuk mencegah cidera, yang dimana telah membuat Saya terkesan. Para atlit wanita lebih rentan terhadap cidera lutut jadi banyak pekerjaan spesifik untuk mengembangkan mekanik gerakan dan mengubah arah untuk melindungi lutut adalah hal yang brilian. Saya bilang perbedaan yang terbesar adalah ada di Chelsea di sana terdapat sebuah budaya besar dari “periodisasi”, yang dimana menekankan pada kesegaran untuk pertandingan, dimana tubuh Saya telah harus beradaptasi pada perbedaan di budaya yang berarti Saya melakukan olah raga fitness 48 jam setelah sebuah pertandingan, yang untuk beberapa tahun telah menjadi hari istirahat bagi tubuh Saya.

Sebagai hasilnya, strategi pemulihan milik Saya telah menjadi lebih penting, yang dimana berarti berendam di dalam mandi Empsom magnesium selama tiga atau empat kali tiap minggunya dibandingan sebelumnya yang hanya sekali. Saya telah menggunakan mandi magnesium untuk sekitar selama empat tahun sekarang dan itu membantu mengisi kembali kaki Saya dan menghentikan hal seperti keram dan kelelahan otot.

Di sana juga terdapat banyak penekanan pada latihan teknis di Juventus hingga pada soal seluruh waktu pemanasan di sana mungkin hanya akan ada rentetan sesi tersebut. Rita Guarino adalah salah satu pelatih teknis yang terbaik yang pernah Saya miliki di dalam karir Saya – seringkali dia mendemonstrasikan sebuah teknik khusus dan menampilkannya pada para pemain! Pelatihan teknis khusus adalah sesuatu yang tidak Saya lakukan sejak Saya masuh kecil dan ini adalah mungkin alasan kenapa kami tidak pernah menemukan Gazza yang selanjutnya atau seseorang seperti Eden Hazard atau Lionel Messi di England untuk baik pihak wanita maupun pihak pria.

Dari usia muda di England Saya merasa kemampuan teknis telah tidak dilatihkan dari Saya. Saya ingat ketika Saya berusia 15 tahun melakukan angkatan pelangi melewati kepala pemain lain di saat latihan dan sang pelatih memanggil Saya dan berteriak: “Ini bukan pertunjukkan Eni.” Hal itu menurunkan niat Saya untuk mengekspresikan diri Saya secara individual dengan bola di dalam tim itu lagi. Benar, di sana terdapat perpindahan ke dalam gaya sepak bola yang lebih ke penguasaan bola di England namun tidak khususnya pada kemampuan individual para pemain untuk memiliki banyak jumlah keahlian dan bisa mengeluarkan mereka pada situasi yang genting. Seseorang seperti Hazard bisa memiliki tiga pemain mengepung dirinya dan itu tidak akan menjadi masalah karena keseimbangan dan kemampuan yang dia miliki bisa mengeluarkan dirinya dari situasi penuh tekanan itu. Saya tidak tahu banyak pemain Inggris yang bisa melakukan hal itu. Para pemain seperti Ross Barkley atau Adam Lallana memiliki kemampuan itu namun tidak bermain cukup sering bagi klub mereka. Untuk datang ke Italia dan memiliki latihan selama 30 menit yang didasarkan hanya untuk kemampuan teknis telah jadi sangat luar biasa. Harapannya adalah bahwa itu akan sangat membantu Saya menambahkan elemen ekstra kedalam permainan Saya.

Satu hal bagus soal tim ini adalah bahwa mereka menghabiskan banyak waktu bersama-sama di luar lapangan. Itu membuat jadi lebih mudah untuk mengenal orang-orang di luar lingkungan sepak bola dan Saya merasa sudah mengenal beberapa gadis untuk waktu lebih dari dua bulan karena kami telah berhubungan dengan baik. Pihak tim terus menanyakan Saya untuk menunjukkan pada mereka beberapa gerakan dansa yang baru, Saya mengajarkan beberapa gadis italia untuk melakukan beberapa bentuk. Beberapa terlihat sedikit kaku jadi di sana masih ada jalan panjang untuk dilalui.

Kehidupan di Italia itu luar biasa – Saua memiliki dua hari libur pada bulan lalu dan pergi ke Portofino dekat Genoa. Saya merasa seperti Saya sedang berada di Garden of Eden! Sebuah tempat yang sangat indah sekali. Saya sedang bercanda ketika salah satu dari rekan tim Saya mengatakan: “Kenapa para orang Italia tidak pernah meninggalkan Italia?” Itu memiliki segalanya – pegunungan itu dan lautan itu berada hanya beberapa jam jauhnya dan kemudian Anda memiliki tiga kota besar seperti Turin, Roma dan Milan.

Reggia di istana Venaria itu hanya berjarak 20 menit dari tempat Saya tinggal dan itu benar-benar mengagumkan. Saya suka untuk pergi mengunjungi tempat-tempat dan kemudian bisa untuk membaca sejarah soal tempat itu. Di luar lapangan Saya selalu percaya itu menyehatkan untuk berhenti dari sepak bola dan memiliki rasa tertarik yang sangat berbeda juga. Saya suka untuk melakukan hal lain dan memiliki keseimbangan hidup dan kerja yang baik untuk bisa berada di tempat yang sangat kaya akan sejarah, budaya dan makanan ini benar-benar sangat bersemangat bagi diri Saya.